Tuesday, August 23, 2005

haramkah kepiting, swike & ikan hiu dimakan?

Pertanyaan:

Ustadz, haramkah kepiting, swike & ikan hiu?

Wassalam,
-A-

Jawaban:

Assalamu'alaikum wr wb

Semoga Allah swt memberi kita petunjuk ke jalan yang benar yaitu jalan yang tidak sesat dan tidak juga dimurkai olehNya, amin.

Alquran tidak mengharamkan suatu makanan kecuali dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu bangkai, darah, humur, daging babi dan hewan yang disembelih bukan karena Allah.


Dalam ilmu ushul fiqh (dasar-dasar fiqh) diterangkan tentang nara sumber hukum yang boleh dijadikan standar oleh umat Islam. Para ulama telah berbeda tentang jumlah nara sumber tersebut tapi yang disepakati adalah empat, yaitu: Al Qur’an, Al Hadits, Ijma (Aklamasi ulama dan qiyas (analoqy). Dua nara sumber yang terakhir boleh diakui apabila bersumber dari Al Quran dan Al Hadits.

Pertanyaan yang muncul, kok kenapa kalau memang tetap kembali ke Al Qur’an dan Al Hadits diperlukan lagi nara sumber lain selain Al Qur’an dan Al Hadits?

Mayoritas hukum yang terkandung dalam Al Qur’an dan Al Hadits adalah mujmal (global) yang membutuhkan penjelasan dan penafsiran. Nah methode untuk merujuk ke pemahaman yang benar itulah yang disebut nara sumber lainnya selain Al Qur’an dan Al Hadits.
Sebagai contoh bahwa nara sumber Ijma (aklamasi ulama) dasarnya adalah sebuah hadist yang berbunyi: “bahwa umatku tidak mungkin sepakat untuk berbuat salah” dan “ apa yang dipandang (seluruh) umat Islam baik adalah baik pula menurut Allah” dan hadist lainnya.
Dari pendahuluan tersebut mungkin bisa dipahami tentang standar hukum yang boleh kita jadikan pegangan, dan hal itu bukan berarti berpaling dari Al Qur’an dan Al Hadits atau bukan berarti pula sebagai ketidak komprehensifan Al Qur’an dan Al Hadits, hal itu semata-mata untuk mendidik umatnya agar mau menggunakan akalnya (sebagaimana banyak sekali disebutkan dalam Al Qur’an).

Kembali ke masalah pokok kita, yaitu masalah kepiting dan hewan lain yang biasanya kita ragu atau tidak pernah mengkonsumsinya. Itu tidak berarti haram karena mungkin kita tidak tahu atau tidak biasa.

Berikut penjelasan standar –standar yang boleh dijadikan standar dalam menentukan halal dan haramnya suata makanan serta adakah dasarnya dari Al Qur’an dan Al Hadits?

Tulisan dibawah ini saya intisarikan dari kitab Raudhatullabin karangan Imam Nawawy, Albidayah wan Nihayah karangan Ibnu Rusdy dan Hasyiyah Ibnu Abidin karangan Ibnu Abidin.

Hukum asal makanan (dengan berbagai jenisnya) adalah halal kecuali apabila ada pengecualian, yaitu sebagai berikut:
1. Ada teks Al Qur’an dan Al Hadits, dan itu sangat terbatas (Babi, Arak, perasan anggur, bangkai, darah dan lainnya).

Konteks pengharaman makanan dalam Al Qur’an dan Al Hadits sangat terbatas.

2. Hewan-hewan yang diperintahkan untuk dibunuh seperti ular, kalajengking, tikus, elang dll. Hal itu berdasarkan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa kita dianjurkan untuk membunuh tujuh hewan yaitu ular, kalajengking…dan lainnya.

Standarnya intinya adalah bahwa setiap hewan yang berbahaya dan bisa menularkan bahaya dianjurkan untuk dibunuh (standar membahayakan dan beracun)




3. Hewan yang dilarang membunuhnya seperi semut biasa (tidak beracun dan tidak mengganggu), lebah, burung laut, burung hud hud dan lainnya. Hal itu berdasarkan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah menganjurkan kita untuk tidak membunuh 7 jenis hewan, yaitu semut, lebah… dan lainnya.

Standar intinya karena hewan-hewan tersebut tidak membahayakan dan tidak pula menularkan bahaya.
Saya juga pernah membaca hadist serupa yang menyebutkan tentang kodok, hewan tersebut termasuk jenis hewan yang dilarang membunuhnya tapi Imam Malik ra membolehkan memakannya dengan beberapa alasan.




4. Yang menjijikan. Standar tersebut bersumber dari firman Allah: {Mereka menanyakan kepada engkau: Apakah yang dibolehkan kepada mereka? Katakanlah: dibolehkan kepadamu yang baik-baik (Thayibat)} Almaidah: 4. Thayibat di sini bukan berarti halal tapi maksudnya adalah makanan yang baik-baik dan tidak menjijikkan. Maka tidak aneh kalau kita berdo’a minta rizki halal dan thayib selalu disandingkan “ halalan thayiban”.




5. Yang Najis. Setiap makanan yang memang asalnya najis seperti kotoran ataupun yang terkena najis adalah haram mengkonsumsinya. Dasarnya, wah untuk yang ini saya yakin semuanya sudah pada tahu, jadi tidak perlu saya jelaskan.




6. Yang membahayakan dan beracun. Contohnya seperti merokok, kokain, marijuana dan lainnya. Dasarnya adalah firman Allah: {Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri dengan tanganmu kepada kebinasaan} Al Baqoroh: 195. dan hadist { tidak boleh memadharatkan dan mendapatkan madharat}.




Masalah kepiting laut (rajungan), saya melihat sudah menjadi makanan biasa orang Arab, bahkan orang boleh dikatakan jenis ikan yang lumayan mahal harganya.
Para ulama sendiri menyikapi masalah kepiting itu terbagi dua, ada yang menghalalkannya dan ada yang mengharamkannya, hal itu berdasarkan sudut padang yang menjijikkan dan tidaknya dan menilai hadits tentang hewan yang hidup di dua alam.


Bagi saya pribadi, apabila kepiting itu adalah kepiting laut (rajungan) maka itu halal, adapun kepiting sawah, yang biasanya suka nongol ketika kita cari belut, maka itu adalah haram (bagi yang suka, silahkan aja).Begitu juga ikan hiu, walau ia termasuk hewan yang bertaring (dalam hadits disebutkan bahwa hewan yang bertaring adalah haram hukumnya) namun boleh dimakan.


Masalah kodok tak lepas dari polemik, tak jauh beda dengan kepiting.
Untuk menyikapinya perlu dibagi dua: apabila kodok itu kodok hijau atau swikee, maka itu diperbolehkan oleh sebagian ulama tapi apabila kodok itu kodok darat yang ada bintik-bintik di atas kulitnya (bangkong buduq) maka itu adalah haram karena berpenyakit.
Bagi saya pribadi adalah haram karena saya merasa jijik dan mual, maka saya tidak memakannya.


Wallahu a’lam bishawab.


Wassalamu'alaikum wr wb




Akhukum fillah
Cecep Solehudin

2 Comments:

At 4:09 AM, Blogger dini puspita said...

terimakasih ilmunya.. sangat beermanfaat sekali :)

 
At 4:09 AM, Blogger dini puspita said...

terimakasih ilmunya.. sangat beermanfaat sekali :)

 

Post a Comment

<< Home