Wednesday, August 17, 2005

Multi Level Marketing, bolehkah?

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wr wb

Pak Ustadz, saya ingin menanyakan tentang bagaimana hukumnya dalam Islam terhadap praktek multi level marketing yang dewasa ini menjamur. Fenomena yang kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali bisnis MLM ini melakukan penipuan, bagaimana pendapat ustadz mengenai hal ini.

Jazakallahu Khair.


Wassalaamu’alaikum wr wb

-T-



Jawaban:


Assalaamu’alaikum wr wb

Semoga Allah senantiasa menemani aktifiatas kita dan mengarahkannya pada jalan yang diridhaiNya, amin.

Sedikit informasi tentang MLM, mungkin bisa memberi gambaran
tentang status hukum transaksi MLM dari sudut pandang fiqh.

Transaksi MLM pada dasarnya dibolehkan karena merupakan komponen dari tiga bentuk transaksi yang dibolehkan oleh para ulama, yaitu:

1 - Attaukil fil bae (perwakilan dalam jual-beli), hal itu apabila objek
transaksi MLM itu adalah dalam bentuk barang, dinar(gold) dan lainnya.
2 - Attaukil fi aqdil mudharabah (perwakilan dalam akad mudharabah/ sharing in capital: money from one side and skill from another side). Hal itu apabila uang yang tekumpul digunakan untuk investasi yang hala.
3 - Ajji’alah (bonus atau upah yang dibayarkan karena target yang dicapai atau dalam istilah sekarang dikenal dengan istilah commission fee). Hal ini terjadi pada sistem pengembangan network keanggotaan MLM, semakin banyak merekrut anggota semakin banyak pula mendapatkan bonus.

Gejala penipuan via MLM akhir-akhir ini dimana MLM ini dijadikan sebagai sarana untuk merampas uang orang lain dengan cara memberi janji yang melambung & penuh kebohongan. Hal ini sebenarnya terjadi tidak mutlak salah the business owner tapi juga karena kekurang hati-hatian/kelengahan customer yang sangat mudah termakan janji business yang jelas-jelas tidak jujur ini, selain itu juga besarnya peran media masa yang memblow up bisnis yang rawan penipuan dan lemah fundamental ini.


Wallahua'lam bishawab.

Wassalamu’alaikum wr wb


-Cecep-

0 Comments:

Post a Comment

<< Home