Tuesday, August 23, 2005

Apakah bunga bank termasuk riba? dll

Pertanyaan dari mbak N,
beserta Jawabannya dari Ust. Cecep:


Apakah bunga bank termasuk riba?



Sebuah realita menunjukan bahwa semakin tinggi interest rate suatu mata uang semakin tinggi pula tingkat inflasinya, dan suatu negara yang mempunyai inflasi yang tinggi berarti ekonominya dalam keadaan collaps. Dan begitu sebaliknya semakin rendah interest ratenya semakin rendah pula nilai inflasinya dan semakin bagus pula neraca ekonominya.



Artinya bahwa sistem interest tidak pernah menghasilkan sebuah solusi karena tidak ada sistem interest yang berada pada posisi nol kecuali yang benar-benar melepaskan sistem interest tersebut secara total dan menggantinya dengan sistem sharing.



Para ulama sepakat bahwa riba adalah haram hukumnya, hal itu berdasarkan al Quran, hadits, ijma (aklamasi ulama), tinjauan ekonomi, tinjauan sosial dan tinjauan psikologis.



Riba ada dua jenis (secara global): riba fadhl (tambahan) dan riba nasaai (disebut pula riba jahiliy). Riba fadhl adalah melakukan barter sebuah komoditi yang sama dengan melebihkan salah satu komoditinya, hal ini hanya berlaku pada enam jenis komoditi saja yaitu emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelalai dengan jelalai, kurma dengan kurma dan garam dengan garam (sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubadah bin Shamit). Adapun riba Nasaai adalah pinjaman uang dengan tambahan uang yang ditentukan dari nilai nominal pinjaman atau jumlah tertentu untuk waktu tertentu, dan apabila waktunya tiba sedangkan ia belum bisa membayarnya maka si kreditor harus membayar kembali jumlah tambahan yang ditentukan di muka tadi untuk waktu tertentu lagi, dan begitulah seterusnya.



Para ulama secara ijma (aklamasi) sepakat bahwa kedua jenis tersebut haram hukumnya, barang siapa mengingkarinya maka ia disebut kafir (menolak hukum Allah) dan pelakunya berhak untuk diperangi sebagaimana musuh Allah lainnya.



Yang jadi pertanyaan, apakah bunga bank termasuk riba?

Mayoritas ulama mengatakan bahwa bunga bank adalah riba dan hukumnya haram. Dan sebagian yang lain mengatakan bahwa bunga bank adalah bukan riba, maka hukumnyapun tidak haram.



Mayoritas ulama berargumentasi bahwa bunga bank tidak berbeda dengan riba hanya dalam bentuk dan tekhnis operasionalnya saja (dalil-dalilnya sama dengan apa yang diungkapkan oleh MUI).



Adapun sebagian ulama yang mengatakan bahwa bunga bank bukan merupakan riba berargumentasi dengan dalil-dalil secara globalnya sebagai berikut:

1. bahwa bunga bank sifatnya fluktuatif dan ditentukan berdasarkan keuntungan yang diperoleh secara standar dari neraca ekonomi sebuah negara. Jadi bunga bank adalah sama dengan keuntungan dari sebuah perusahaan yang membagikan keuntungan yang diperolehnya.

Pendapat tersebut jelas sekali tidak sesuai dengan realitanya, karena bunga bank ditentukan bukan berdasarkan keuntungan standar yang dihasilkan oleh ekonomi negara tapi ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingkat inflasi, cadangan devisa negara, strategi ekonomi, pertumbuhan ekonomi suatu negara dan lainnya.

2. bahwa bank adalah sebuah lembaga investasi yang mana mereka menginvestasikan dana nasabahnya dalam bentuk-bentuk investasi yang menguntungkan. Jadi fungsi bank dalam hal ini adalah sebagai mudharib (pengelola dana untuk di investasikan) dan bukan sebagai broker atau mediator yang meminjamkan lagi dana nasabahnya kepada pihak ketiga dengan sistem bunga. Bila fungsi bank sebagai mudharib/ patner of share maka hal itu dibolehkan dalam fiqh Islam.

Melihat realita, fungsi bank lebih dominan kepada mediator untuk meminjam kembali uang nasabahnya kepada pihak ketiga dengan rate bunganya lebih tinggi dibandingkan yang diberikan kepada nasabahnya.



Adapun ulama lain mengatakan bahwa bunga bank adalah haram tapi karena madharat maka hal itu dibolehkan. Pendapat ini untuk 20 tahun yang lalu mungkin bisa diterima tapi untuk kondisi sekarang, dimana bank-bank syariah sudah menjamur dimana-mana bahkan bank-konvensionalpun sudah mulai membuka cabang syariahnya (dual system).



Dari uraian singkat di atas. Jelaslah bahwa bunga bank dalam berbagai bentuknya baik rekening biasa, rekening berjangka, rekening deposito dan instrument-instrument lainnya yang menggunakan bunga adalah haram.



Dalam hal ini, saya sependapat dengan fatwa MUI.



Apa hukum investasi dalam saham atau reksadana dalam pandangan fiqh islam?



Saham (share/ stock) adalah sertifikat bukti kepemilikan modal pada suatu perusahaan atau lembaga keuangan.

Saham mempunyai bentuk dan jenis yang beraneka ragam. Tergantung dari sudut mana pembagiannya.

Secara umum bahwa investasi dalam bentuk saham adalah boleh dengan alasan sebagai berikut:

- saham adalah mengikutsertakan modal tanpa ikut andil dalam pengelolaannya. Maka bentuk tersebut sama dengan mudharabah yaitu menyerahkan modal pada mudharib (pengelola) untuk diinvestasikan pada proyek yang menguntungkan dengan sistem pembagian keuntungan yang ditentukan melalui presentasi dari keuntungan.

- Investasi dalam bentuk saham it dibolehkan dengan syarat-syarat sebagai berikut:

a. Perusahaan pemilik saham tidak melakukan aktivitas yang diharamkan oleh syariat seperti melakukan transaksi komoditi yang diharamkan oleh syariat seperti komoditi arak, komoditi daging babi dan anjing dan lainnya.

b. Perusahaan tersebut tidak menggunakan sistem interest rate, apabila ia terlibat dalam bisnis yang menggunakan interest rate system, maka saham perusahaaan tersebut menjadi haram.

Walaupun secara global investasi dalam saham dibolehkan dengan syarat-syarat tadi tapi ada beberapa bentuk saham yang tidak dibolehkan seperti saham istimewa dan saham pembukaan yang mana nilai jualnya lebih murah dari nilai nominal yang tertulis di dalam sertifikat sahamnya.



Saham istimewa (Preference shares) diharamkan apabila memenuhi hal-hal berikut:

- Apabila pemiliknya mempunyai hak istimewa dalam mendapatkan keuntungan dengan jumlah tertentu dan sebelum pembagian keuntungan pada pemilik saham lainnya. Hal tersebut diharamkan karena menghilangkan keadilan yang seharusnya dinikmati oleh semua pemilik saham.

- Apabila pemiliknya mempunya hak istimewa ketika pembubaran perusahaan, sehingga dia mendapatkan prioritas dalam mendapatkan pengembalian sebelum pemilik lainnya.

- Apabila pemilik hak pilih yang lebih dibanding pemilik lainnya dalam musyawarah umum pemegang saham

- Apabila pemiliknya mendapatkan keuntungan tahunan tetap (fixed interest rate), baik perusahaan itu rugi ataupun untung karena hal itu tidak jauh beda dengan sistem bunga.



Adapun saham pembukaan yang menjual saham dengan harga dibawah harga nominal yang tertulis dalam sertifikat saham adalah haram karena cara tersebut merugikan pemilik saham lainnya yang harus membayar saham dengan nilai nominal yang sama seperti yang tertulis dalam sertifikat saham



Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan kembali dalam portopolio efek oleh manajer investasi.

Investasi dalam reksa dana tidak jauh berbeda dengan investasi dalam bentuk saham, hanya yang membedakannya adalah bahwa investasi dalam saham adalah mengikutsertakan modal pada perusahaan secara langsung dengan hak dan kewajibannya sebagai pemilik saham. Adapun investasi dalam bentuk reksa dana adalah menyerahkan modal pada sebuah lembaga atau perusahaan reksa dana yang kemudian perusahaan tersebut akan menginvestasikan dana pemodal tersebut pada lapangan yang sekiranya bisa menguntungkan.

Investasi dalam reksa dana menjadi halal apabila perusahaan reksa dana tersebut menginvestasikan dana tadi dalam investasi yang halal dan tidak berinteraksi dalam sistem bunga.



Obligasi (bond) adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan bunga tertentu yang ditetapkan untuk waktu tertentu.

Investasi dalam obligas adalah haram hukumnya karena menggunakan sistem bunga.



Apa hukum transaksi financial derivative dalam pandangan fiqh islam?

Derivatives adalah alat finansial yang tidak mempunyai nilai dasar, tapi nilainya berasal dari yang lain. Mereka membendung resiko kepemilikan sesuatu yang menjadi subyek dari fluktuasi harga yang tak terduga sebagai contoh mata uang asing, gandum, saham dan bond pemerintah.



Ada dua jenis: futures, yaitu kontrak untuk penyerahan transaksi di masa datang dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan options, yaitu memberikan suatu pihak kesempatan untuk membeli dari atau menjual pada pihak lain dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya.



Apa hukum forward contract (future) dalam pandangan fiqh islam?

Forward market yaitu pasar dengan kontrak (atau yang dikenal dengan future) yang menyebut penyerahan barang atau surat berharga pada tanggal tertentu dan pada harga yang tetap.



Sebenarnya, forward market dengan definisi seperti di atas tidak ada masalah dalam fiqh islam selama tidak menggunakan unsur bunga ataupun unsur penipuan karena hal itu termasuk bagian dari perjanjian. Tapi yang menjadi masalah adalah ketika perjanjian untuk penyerahan dan dengan harga yang ditetapkan itu dijadikan lahan spekulasi dan lahan jual-beli. Maka dalam kondisi ini, transaksi tersebut menjadi tidak boleh lagi karena mengandung unsur-unsur yang diharamkan oleh syariat, yaitu:

- Menjual barang yang tidak ada dan belum dimiliki yaitu perjanjian itu sendiri karena dalam kontrak tersebut belum ada barang yang bisa diperjual belikan dan belum menjadi miliknya karena baru sebatas perjanjian. Maka hukumnya dalam hal ini adalah tidak boleh.

- Menjual barang yang tidak dengan spekulasi, artinya karena fluktualisasi harga dan inflasi ekonomi dunia yang tidak jelas, maka forward market dijadikan sebagai ajang spekulasi untuk meraup keuntuntan, padahal barang tersebut belum jelas.

- Biasanya untuk mendapatkan forward contrak itu ada fee (interest) yang dikenakan pada pembelinya, adapun ratenya ditentukan tergantung fluktualisasi ekonomi dunia atau negaranya atau barangnya atau mata uangnya.

Berdasarkan pertimbangan tadi, jelaslah bahwa forward transaksi dalam bentuk tadi adalah mengandung tiga unsur yang diharamkan oleh syariat.



Adapun forward rate, yaitu menentukan kurs mata uang asing dengan harga tetap untuk dibayarkan di masa yang akan datang adalah tidak boleh, karena hal itu mengandung riba fadhl sebagaimana disebutkan dalam hadits enam jenis komodidti yang tidak boleh melakukan barter dalam jenis tersebut kecual dengan matsalan bi mitslin dan yaddan bi yaddin. (jumlah yang sama dan dalam waktu yang berbarengan). Adapun alasan kedua transaksi tersebut menjadi haram karena dalam penentuan harga tetap itu menggunakan sistem bunga juga yang disebut dengan fee for forward contrak.



Tidak jauh beda dengan forward transaction dalam bursa efek. Transaksi tersebut mengandung unsur spekulasi dan syarat harus membayar kompensasi bila transaksi forward itu dibatalkan atau harus bayar bunga tertentu bila transaksi itu diundurkan lagi. Bahkan banyak sekali pialang yang melakukan transaksi forward transaksi dengan pembeli padahal dia sendiri belum memiliki saham atau obligasi yang akan dijualnya.



Jadi jelas, bahwa forward transaction dalam busrsa efekpun menyalahi aturan syariat, seharusnya kita meninggalkannya dan menggantinya dengan sistem syariat yang sekarang ini sudah mulai semarak.



Adapun tentang option, yaitu perjanjian yang memberikan hak opsi (pilihan) kepada pembeli opsi (dengan fee tertentu) untuk merealisasikan kontrak jual beli valuta asing atau saham atau obligasi yang tidak diikuti dengan pergerakan dana dan dilakukan pada atau sebelum waktu yang ditentukan dalam kontrak, dengan kurs atau harga yang terjadi pada saat reaslisasi tersebut. Biasanya option mempunyai dua jenis, yaitu put option (hak untuk membeli) dan call option (hak untuk menjual).



Transaksi option mengandung tiga unsur yang diharamkan syariat. Pertama adalah adanya bunga yang ditentukan untuk mendapatkan option tersebut, kedua jual beli yang tidak dimiliki dan tidak ada dan ketiga adalah jual beli gharar (spekulasi). Dengan ketiga unsur tadi, jelaslah bahwa transaksi dengan menggunakan sistem option adalah bertentang dengan hukum islam dan tidak dibolehkan melakukannya.



Untuk itu, syariat islam telah memberikan beberapa alternatif untuk menggantikannya, yaitu transaksi dengan menggunakan bentuk salam, bentuk al bae li ajal (jual beli yang pembayarannya ditangguhkan) dan murabahah. Semuanya dengan syarat dan kondisi yang sudah diatur oleh para ulama.





Apa hukum transaksi swaps dalam pandangan fiqh islam?

Swap adalah mempertukarkan atau barter suatu sekuritas dengan sekuritas lain. Barter bisa dilakukan untuk mengubah jatuh tempo obligasi portopolio atau mutu emisi suatu portopolio saham atau obligasi, atau karena tujuan suatu investasi sudah berubah.



Transaksi swap tidak pernah lepas dari sistem bunga, adapun besar dan kecilnya tergantung pada kualitas portopolionya, baik dalam bentuk saham ataupun obligasi.

Berdasarkan hal tadi, jelaslah bahwa swap adalah transaksi yang bergantung pada suku bunga. Maka hukumnnyapun adalah haram.

Wallahu a’lam bishawab.



Wassalam,

-Cecep-

haramkah kepiting, swike & ikan hiu dimakan?

Pertanyaan:

Ustadz, haramkah kepiting, swike & ikan hiu?

Wassalam,
-A-

Jawaban:

Assalamu'alaikum wr wb

Semoga Allah swt memberi kita petunjuk ke jalan yang benar yaitu jalan yang tidak sesat dan tidak juga dimurkai olehNya, amin.

Alquran tidak mengharamkan suatu makanan kecuali dalam jumlah yang sangat terbatas, yaitu bangkai, darah, humur, daging babi dan hewan yang disembelih bukan karena Allah.


Dalam ilmu ushul fiqh (dasar-dasar fiqh) diterangkan tentang nara sumber hukum yang boleh dijadikan standar oleh umat Islam. Para ulama telah berbeda tentang jumlah nara sumber tersebut tapi yang disepakati adalah empat, yaitu: Al Qur’an, Al Hadits, Ijma (Aklamasi ulama dan qiyas (analoqy). Dua nara sumber yang terakhir boleh diakui apabila bersumber dari Al Quran dan Al Hadits.

Pertanyaan yang muncul, kok kenapa kalau memang tetap kembali ke Al Qur’an dan Al Hadits diperlukan lagi nara sumber lain selain Al Qur’an dan Al Hadits?

Mayoritas hukum yang terkandung dalam Al Qur’an dan Al Hadits adalah mujmal (global) yang membutuhkan penjelasan dan penafsiran. Nah methode untuk merujuk ke pemahaman yang benar itulah yang disebut nara sumber lainnya selain Al Qur’an dan Al Hadits.
Sebagai contoh bahwa nara sumber Ijma (aklamasi ulama) dasarnya adalah sebuah hadist yang berbunyi: “bahwa umatku tidak mungkin sepakat untuk berbuat salah” dan “ apa yang dipandang (seluruh) umat Islam baik adalah baik pula menurut Allah” dan hadist lainnya.
Dari pendahuluan tersebut mungkin bisa dipahami tentang standar hukum yang boleh kita jadikan pegangan, dan hal itu bukan berarti berpaling dari Al Qur’an dan Al Hadits atau bukan berarti pula sebagai ketidak komprehensifan Al Qur’an dan Al Hadits, hal itu semata-mata untuk mendidik umatnya agar mau menggunakan akalnya (sebagaimana banyak sekali disebutkan dalam Al Qur’an).

Kembali ke masalah pokok kita, yaitu masalah kepiting dan hewan lain yang biasanya kita ragu atau tidak pernah mengkonsumsinya. Itu tidak berarti haram karena mungkin kita tidak tahu atau tidak biasa.

Berikut penjelasan standar –standar yang boleh dijadikan standar dalam menentukan halal dan haramnya suata makanan serta adakah dasarnya dari Al Qur’an dan Al Hadits?

Tulisan dibawah ini saya intisarikan dari kitab Raudhatullabin karangan Imam Nawawy, Albidayah wan Nihayah karangan Ibnu Rusdy dan Hasyiyah Ibnu Abidin karangan Ibnu Abidin.

Hukum asal makanan (dengan berbagai jenisnya) adalah halal kecuali apabila ada pengecualian, yaitu sebagai berikut:
1. Ada teks Al Qur’an dan Al Hadits, dan itu sangat terbatas (Babi, Arak, perasan anggur, bangkai, darah dan lainnya).

Konteks pengharaman makanan dalam Al Qur’an dan Al Hadits sangat terbatas.

2. Hewan-hewan yang diperintahkan untuk dibunuh seperti ular, kalajengking, tikus, elang dll. Hal itu berdasarkan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa kita dianjurkan untuk membunuh tujuh hewan yaitu ular, kalajengking…dan lainnya.

Standarnya intinya adalah bahwa setiap hewan yang berbahaya dan bisa menularkan bahaya dianjurkan untuk dibunuh (standar membahayakan dan beracun)




3. Hewan yang dilarang membunuhnya seperi semut biasa (tidak beracun dan tidak mengganggu), lebah, burung laut, burung hud hud dan lainnya. Hal itu berdasarkan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah menganjurkan kita untuk tidak membunuh 7 jenis hewan, yaitu semut, lebah… dan lainnya.

Standar intinya karena hewan-hewan tersebut tidak membahayakan dan tidak pula menularkan bahaya.
Saya juga pernah membaca hadist serupa yang menyebutkan tentang kodok, hewan tersebut termasuk jenis hewan yang dilarang membunuhnya tapi Imam Malik ra membolehkan memakannya dengan beberapa alasan.




4. Yang menjijikan. Standar tersebut bersumber dari firman Allah: {Mereka menanyakan kepada engkau: Apakah yang dibolehkan kepada mereka? Katakanlah: dibolehkan kepadamu yang baik-baik (Thayibat)} Almaidah: 4. Thayibat di sini bukan berarti halal tapi maksudnya adalah makanan yang baik-baik dan tidak menjijikkan. Maka tidak aneh kalau kita berdo’a minta rizki halal dan thayib selalu disandingkan “ halalan thayiban”.




5. Yang Najis. Setiap makanan yang memang asalnya najis seperti kotoran ataupun yang terkena najis adalah haram mengkonsumsinya. Dasarnya, wah untuk yang ini saya yakin semuanya sudah pada tahu, jadi tidak perlu saya jelaskan.




6. Yang membahayakan dan beracun. Contohnya seperti merokok, kokain, marijuana dan lainnya. Dasarnya adalah firman Allah: {Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri dengan tanganmu kepada kebinasaan} Al Baqoroh: 195. dan hadist { tidak boleh memadharatkan dan mendapatkan madharat}.




Masalah kepiting laut (rajungan), saya melihat sudah menjadi makanan biasa orang Arab, bahkan orang boleh dikatakan jenis ikan yang lumayan mahal harganya.
Para ulama sendiri menyikapi masalah kepiting itu terbagi dua, ada yang menghalalkannya dan ada yang mengharamkannya, hal itu berdasarkan sudut padang yang menjijikkan dan tidaknya dan menilai hadits tentang hewan yang hidup di dua alam.


Bagi saya pribadi, apabila kepiting itu adalah kepiting laut (rajungan) maka itu halal, adapun kepiting sawah, yang biasanya suka nongol ketika kita cari belut, maka itu adalah haram (bagi yang suka, silahkan aja).Begitu juga ikan hiu, walau ia termasuk hewan yang bertaring (dalam hadits disebutkan bahwa hewan yang bertaring adalah haram hukumnya) namun boleh dimakan.


Masalah kodok tak lepas dari polemik, tak jauh beda dengan kepiting.
Untuk menyikapinya perlu dibagi dua: apabila kodok itu kodok hijau atau swikee, maka itu diperbolehkan oleh sebagian ulama tapi apabila kodok itu kodok darat yang ada bintik-bintik di atas kulitnya (bangkong buduq) maka itu adalah haram karena berpenyakit.
Bagi saya pribadi adalah haram karena saya merasa jijik dan mual, maka saya tidak memakannya.


Wallahu a’lam bishawab.


Wassalamu'alaikum wr wb




Akhukum fillah
Cecep Solehudin

Thursday, August 18, 2005

Hukum Pembajakan Hak Cipta.

Pertanyaan:


Pak Ustadz, saya amati banyak sekali pembajakan terjadi, baik itu dalam bentuk software, buku, kaset, cd dsb, kalau dibiarkan saja tentunya merugikan pemiliknya.
Yang saya ingin tanyakan bagaimana sebenarnya hukum pembajakan itu menurut Islam.
Jazakallahu khair.


-T-


Jawaban:


Assalaamu'alaikum wr wb

Sedikit penjelasan tentang pembajakan hak cipta, semoga bermanfaat.

Ulama-ulama yang yang tergabung dalam OKI (organisasi Negara-negara Islam)
yang dikenal dengan nama almajma alfiqhiy alislamy telah membahas hak cipta
dan hukumnya dalam persepsi fiqh Islam, walaupun dengan perdebatan sengit
ahirnya mereka sepakat bahwa hak cipta yang mempunyai nilai ekonomi (valuble)
adalah merupakan bagian dari harta kepemilikan dimana mencurinya atau
mengambilnya tanpa izin diharamkan, baik itu milik umat islam ataupun non islam.

ITU DALAM HAK CIPTA YANG MEMPUNYAI NILAI EKONOMI (VALUABLE)

Untuk menambah wawasan dan pengembangan, saya ingin memaparkan beberapa
kasus yang berkaitan dengan pengertian pembajakan.

Hal yang perlu disepakati dulu adalah apabila hak atau ilmu atau skill
adalah merupakan hak atau ilmu atau skill yang sudah menjadi milik umum
atau harus dimiliki umum maka memakai atau mencurinya tanpa izin adalah
tidak dilarang seperti hadits Rasulallah Saw: ada tiga hal yang tidak boleh
dimonopoli yaitu rumput, garam dan air. Atau ayat alquran yang mengharuskan
umat islam untukmenguasainya seperti dalam surat alBaqoroh ayat ():” apabila
kamu lengah atasurusan ekonomi dan persenjataan militer maka orang-orang
kafir akan berlomba-lomba untuk menghancurkanmu”

Mungkin kasus terbaru adalah masalah hak paten pembuatan tahu, tempe dan batik
yang diklaim oleh jepang dan singapura, adalah usaha untuk memonopoli hak rakyat
yang sudah dimilikinya bertahun-tahun. Maka pencurian dalam hal-hal tadi sama
sekali tidak bertentangan dengan agama karena itu adalah hak yang sudah menjadi
milik bersama.

Sebagian ulama ada yang mengharamkan mengambil upah dalam mengajarkan al Qur'an
atau ilmu-ilmu agama. Apalagi menjual ayat-ayat Allah untuk keperluan pribadi
adalah haram hukumnya karena ilmu-ilmu tersebut adalah sesuatu yang harus
dimiliki oleh setiap individu, maka klaim seseorang untuk memonopolinya tidak
punya dasar.

Ulama-ulama dulu, ambil contoh Ibnu sina dan Ibnu Rusdi yang menulis buku
tentang kedokteran yang dituangkan dalam karyanya Qonun Tib dan Alkuliyat telah
disalin ulang berjuta-juta kali oleh umat islam dan disimpan di ribuan
perpustakaan bahkan lucunya kitab tersebut diadopsi oleh barat dan dijadikan
reference dalam ilmu kedokteran dengan membuat hak cipta. (pengarangnya aja
menganjurkan orang lain untuk menyalinnya kok orang-orang barat mengklaimnya
bahkan membuat hak cipta atas buku tersebut). Maka dalam kasus tersebut
pembajakan adalah suatu keharusan.

Satu hal yang perlu disepakati adalah bahwa kekuatan hukum hak cipta adalah
hukum konvensional, adapun dalam persepesi fiqh hanya dibatasi pada hal-hal
berikut:

1.Apabila hak cipta itu dalam proses pembuatannya menggunakan dana baik untuk
bahan bakunya ataupun untuk membayar SDMnya maka hak cipta itu bagian dari harta
kepemilikan.

2.Apabila pembajakan hak cipta itu semata-mata untuk dikomersialkan sehingga ia
meraup keuntungan dengan menggunakan fasilitas orang lain. Maka dalam kasus
tersebut keharamannya sangat jelas (tapi apabila untuk kepentingan pribadi, maka
sebagian ulama ada yang membolehkannya dengan alasan tidak ada hak monopoli
dalam ilmu).

3.Apabila hak cipta itu bukan sesuatu yang menjadi milik bersama atau menjadi
keharusan untuk dimiliki oleh semua, maka menggunakannya tanpa izin sama dengan
mencuri harta orang lain.

Wallahu a’lam bishawab.

Wassalamu'alaikum wr wb


-Cecep-

Wednesday, August 17, 2005

Multi Level Marketing, bolehkah?

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wr wb

Pak Ustadz, saya ingin menanyakan tentang bagaimana hukumnya dalam Islam terhadap praktek multi level marketing yang dewasa ini menjamur. Fenomena yang kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali bisnis MLM ini melakukan penipuan, bagaimana pendapat ustadz mengenai hal ini.

Jazakallahu Khair.


Wassalaamu’alaikum wr wb

-T-



Jawaban:


Assalaamu’alaikum wr wb

Semoga Allah senantiasa menemani aktifiatas kita dan mengarahkannya pada jalan yang diridhaiNya, amin.

Sedikit informasi tentang MLM, mungkin bisa memberi gambaran
tentang status hukum transaksi MLM dari sudut pandang fiqh.

Transaksi MLM pada dasarnya dibolehkan karena merupakan komponen dari tiga bentuk transaksi yang dibolehkan oleh para ulama, yaitu:

1 - Attaukil fil bae (perwakilan dalam jual-beli), hal itu apabila objek
transaksi MLM itu adalah dalam bentuk barang, dinar(gold) dan lainnya.
2 - Attaukil fi aqdil mudharabah (perwakilan dalam akad mudharabah/ sharing in capital: money from one side and skill from another side). Hal itu apabila uang yang tekumpul digunakan untuk investasi yang hala.
3 - Ajji’alah (bonus atau upah yang dibayarkan karena target yang dicapai atau dalam istilah sekarang dikenal dengan istilah commission fee). Hal ini terjadi pada sistem pengembangan network keanggotaan MLM, semakin banyak merekrut anggota semakin banyak pula mendapatkan bonus.

Gejala penipuan via MLM akhir-akhir ini dimana MLM ini dijadikan sebagai sarana untuk merampas uang orang lain dengan cara memberi janji yang melambung & penuh kebohongan. Hal ini sebenarnya terjadi tidak mutlak salah the business owner tapi juga karena kekurang hati-hatian/kelengahan customer yang sangat mudah termakan janji business yang jelas-jelas tidak jujur ini, selain itu juga besarnya peran media masa yang memblow up bisnis yang rawan penipuan dan lemah fundamental ini.


Wallahua'lam bishawab.

Wassalamu’alaikum wr wb


-Cecep-

Friday, August 12, 2005

Artikel Islam: Wakaf & Perilaku Umat



Oleh Ust H Cecep Solehudin

Rasulallah Saw bersabda: “Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).



Imam Nawawy dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan shadoqah jariyah adalah wakaf.



Wakaf adalah menahan harta dan membagikan (memanfaatkan) hasilnya. Wakaf tidak mungkin mempunyai derajat khusus kecuali karena ia mempunyai manfaat yang besar bagi kemajuan umat. Maka suatu hal wajar apabila wakaf disamakan statusnya dengan ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya.



Dr. Muhammad Imarah dalam salah satu artikelnya mengatakan bahwa peradaban Islam yang gemilang bukan dilahirkan oleh para penguasa, baik khalifah, sultan atau raja tapi dilahirkan oleh kreatifitas umat dan kedermawanannya (wakaf).



Hal itu bukan hal yang aneh, karena wakaf telah berperan penting dalam pengajaran dan pendidikan serta kemajuan pengetahuan. Masjid adalah batu pertama pendidikan dan pengajaran, dan tak ada masjid kecuali sebagai wakaf. Dalam masjid diajarkan Qur’an, menulis dan membaca. Disamping itu didirikan pula katatib (sekolah dasar) yaitu sejenis sekolah dasar pada masa sekarang yang mengajarkan membaca, menulis, bahasa arab dan ilmu matematika.



Kemudian dari masjid itu lahirlah beribu-ribu bahkan berjuta-juta sekolah yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Abu Yusup muridnya Imam Abu Hanifah yang menjabat sebagai qodhi qudot (hakim tertinggi kerajaan Bani Abasia), Ibnu Alaa Alma’ary seorang ahli ilmu matematik, Muhammad Alkhawarijmy seorang ahli ilmu aljabar, Ibnu Sina seorang ahli kedokteran, Ibnu Hisyam seorang ahli optical dan lainnya.



Kenapa wakaf bisa melahirkan para ilmuwan sedahsyat itu? Itu semua bukan karena peran pemerintah tapi semata-mata karena peran dan sumbangsih umat yang tinggi. Sebagai contoh kerajaan (khilafah) Bani Abasiyah mempunyai tiga puluh diwan (kementerian) dalam pemerintahannya tapi dari 30 diwan itu tidak ada satupun yang mengurus tentang pendidikan karena pendidikan dikelola dengan baik dan didanai secara cukup oleh wakaf. Bahkan hal-hal sekecil apapun yang bersangkutan dengan pendidikan disediakan apalagi fasilitas pokok lainnya. Abdul Qadir Anna’imy (wafat 927 H) menjelaskan dalam kitabnya Addaaris Fittaarikh Al Madaris: “banyak wakaf pada saat itu yang dikhususkan untuk membeli alat-alat gambar untuk para pelajar dari pemuda-pemuda Makkah dan Madinah. Bahkan Ibnu Ruzaik telah mewakafkan harta untuk menyediakan pulpen, kertas dan tinta.



Salah satu faktor yang mendukung lahirnya ilmuwan hebat adalah adanya independensi dan kebebasan dalam belajar dan mengajar sehingga mereka tidak merasa tertekan dan terkekang dalam mencari kebenaran.



Para ulama dan pelajar bebas dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu, mereka juga bebas untuk ikut bergabung dalam pendidikan baru, melontarkan masalah dan pertanyaan yang mendalam yang berhubungan dengan problematika manusia dan kehidupannya. Para penguasa yang kaya pada waktu itu ikut pula mendukungnya dengan menyiapkan kondisi yang kondusif untuk para pelajar dan pemikir dengan memberi mereka kitab-kitab yang berharga seperti kitab-kitab yang memuat pendapat-pendapat yang bertentangan dengan pendapat mayoritas atau yang bertentangan dengan penguasa pada saat itu atau pendapat-pendapat yang dianggap bid’ah menurut para fuqoha dan penguasa pada saat itu tetapi karena kondisi pemikiran yang bebas dan keinginan untuk mencari kebenaran membuat pendapat tadi bisa diterima dan dilegalkan di kemudian hari. Sebagai contoh bahwa Ibnu Ala Almaary setelah tamat belajar pada sekolah yang didanai wakaf di kota Halab, dia pergi ke Bagdad untuk menambah wawasan padahal umurnya pada saat itu 35 tahun, ia tetap mendapatkan wakaf karena ia tetap melakukan penelitian bahkan bergabung dalam diskusi-diskusi umum dan filsafat. Ia juga berusaha mengsosialisasikan pemikiran filsafatnya yang beberapa dasar idenya bertentangan dengan opini keagamaan yang berlaku pada saat itu tapi ia tetap mendapatkan subsidi dari wakaf dan tidak dihentikan.



Satu hal yang yang perlu dicatat dari perilaku mereka ilmuwan-ilmuwan yang hidup dan besar dari wakaf adalah semangat mereka untuk mencari kebenaran dimana lembaga wakaf yang telah mendanainya tidak mengikat dan mengharuskan mereka untuk membawa misi tertentu tapi an sich karena Allah dan agar mereka mentransformasikan hasil penelitian dan pencariannya kepada masyarakat umum, dan bukan untuk menjadi corong para penguasa atau donaturnya. Dalam proses pencariannya, mereka tidak takut apabila idenya itu bertentangan atau dianggap nyeleneh selama itu adalah hasil dari pencarian melalui metode riset dan uji coba.



Sekarang pemikiran tentang wakaf dianggap pemikiran yang usang dan aneh, adapun propertinya dianggap rongsokan besi yang tak terurus. Maka suatu hal yang wajar bila wakaf tidak produktif lagi dalam melahirkan ilmuwan-ilmuwan cemerlang.



Melihat sistem wakaf yang begitu canggih dan efektif, orang-orang barat mengadopsinya dan menjadikannya sebagai mesin produksi ilmuwan-ilmuwan yang handal. Mereka mendirikan lembaga-lembaga wakaf (trust foundation seperti ford foundation, Nobel foundation dll) dengan manajemen baru dan misi lama, mereka telah berhasil mengadopsi dan mengembangkannya sehingga lahirlah dari lembaga-lembaga wakaf mereka ilmuwan-ilmuwan yang hebat. juga mereka tak lupa membagikan kue wakafnya untuk umat Islam sebagai balas budi tapi dengan maksud agar mereka yang mendapatkan wakaf itu membawa misi lembaga-lembaga wakaf tadi, maka hal tidak aneh bila banyak ilmuwan muslim yang lebih loyal pada institusi barat dibanding pada agama nuraninya; agama Islam.



Itulah tantangan dan juga harapan yang harus dikemas kembali oleh umat Islam agar mesin wakaf Islam kembali berfungsi dan menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang handal. Hal itu tidak akan berhasil bila kita sebagai khalifah dan pengemban amanatnya tidak mau bergerak (ready, willing, able & action).



Memang masih ada secercah cahaya yang memberi harapan, lahirnya kesadaran akan pentingnya wakaf kembali. Lembaga perwakafan Kuwait, lembaga perwakafan Emirat, lembaga perwakafan yang dikelola oleh IDB Saudi Arabia dan lainnya telah mempelopori dan berusaha untuk menjalankan mesin wakaf dan memfungsikannya kembali.



Tapi hal yang paling penting adalah adakah kita punya keinginan mempunyai mesin wakaf sendiri yang bisa melahirkan tenaga-tenaga handal dan berkualitas yang akan membawa bendera Islam pada kemulyaan!

Ahlan wa Sahlan di situs konsultasi syariah




Assalaamu'alaikum wr wb

Akhowat fillah rahimakumullah,situs konsultasi syariah ini merupakan media konsultasi Islam yang dapat rekan-rekan manfaatkan bertanya seputar syariah atau apa saja berkenaan dengan ajaran Islam.

Bertindak selaku nara sumber yaitu Ustadz H Cecep Sholehudin.

Berikut ini profil beliau:

Education

2000 – 2004 Al-Azhar University, Cairo, Egypt
Master of Islamic Economics (by Research)
Thesis title: “The Investment of Endowment Wealth and Its Application in Indonesia.”
Grade: Very Good

1997 – 1999 Al-Azhar University,Cairo, Egypt
Diploma of Legal Policy

1992 – 1997 Al-Azhar University,Cairo, Egypt
Bachelor of Law and Jurisprudence

EMPLOYMENT EXPERIENCES

2005 STEI Tazkia
Jakarta, Indonesia
Dosen/Staf Pengajar


2005 LPMI (Lembaga Pembangunan Masyarakat Indonesia), Jakarta, Indonesia
Investment Risk Manager


2003 – 2004 BWKM (Badan Wakaf dan Kesejahteraan Mahasiswa)Cairo, Egypt
Investment Coordinator

2000 – 2004 PAKEIS (Centre of Islamic Economics Research) Cairo,Egypt
Economic Consultant

2004 PCI NU (Nahdatul Ulama) Cairo, Egypt
Consultant Member (Dewan Suriyah)


Vocational Courses
5-9 Jul 2003 World Assembly of Muslim Youth Cairo, Egypt
Islamic Economic in Contemporary Application

12-14 Apr 2003 Soleh Kamil Center Cairo, Egypt
The Islamic Endowment in Jurisprudence & Application

1-5 Jun 2002 Husain Sakhotah Office Cairo, Egypt
Contemporary Application of Zakah (Islamic Tax) & How to Count It in Your Wealth

7-12 Nov 1998 Husain Sakhotah Office Cairo, Egypt
Islamic Banking In Application

7-9 Sept 1997 Husain Sakhotah Office Cairo, Egypt
Islamic Economic Between Thought & Application

Academic Essays & Presentation

Academic Essays
2004 Bank Interest Controversy ( Alqawam Publishing, Solo, Indonesia)
2003 Produk-Produk Jasa Bank Islam, Teori & Praktek ( ICMI Pub. Cairo)
2001 Produk-produk Investasi Bank Islam, Teori & Praktek (ICMI Pub. Cairo)

Presentation Papers in Indonesian

Study tentang Uang dalam Perpspektif Islam
Ekonomi Global dan pengaruh pada Ekonomi Islam
Musyarakah, alternative investasi dalam Islam
Riba antara Dua Kubu
Methode Dakwah pada Lembaga-Lembaga Islam
Pluralisme Partai dalam Perspektif Islam
Akhir Dinasti Ustmaniyah
Adat: Sumber Konstitusi

Other Presentation
KPMJB Cairo, topic : Mengenal Peta Dakwah Jawa Barat
KPMJB Cairo, topic : Relevansi Misi Keagamaan dan Kebudayaan
KPMJB Cairo, topic : Pengejewantahan Norma Islam Yang Bersinggungan dengan Adat, study korelatif

Status: sudah berkeluarga, satu orang istri: Litayanti Siregar, SH(Undip) MCom(UNSW)
Sekarang bermukim di Jakarta.
Beliau juga beberapa kali menulis untuk majalah Islam Al Hijrah antara lain:
1. Almuallaf: Aqidah Revolution, Training & Strengthening
Edisi September 2004
2. Wakaf dan Perilaku Ummat
Edisi July 2005

Beberapa kali mengirim artikel-artikel Islam di mailing list pengajian kingsford dan mailing list Cahaya Islam.


Dengan ini kami (pengajian akhowat kpii selaku organiser) memberikan kesempatan kepada rekan-rekan bertanya/konsultasi seputar syariah dan Islam.
Pertanyaan dapat dikirim via sms ke 0421 484 143, ke mailing list pengajian-akhowatkpii@yahoogroups.com, ke email lisa_utami@hotmail.com

Insha Alloh baik pertanyaan rekan-rekan maupun jawaban dari Ust. Cecep akan dimuat di situs konsultasi syariah - akhowat kpii.
Beliau juga siap untuk Undangan ceramah di daerah jakarta dan sekitarnya,hubungi nomor berikut ini: +62 81321274449 atau +62 81325068284.

JazakumuLlah khairan katsiraa.


Wassalaamu'alaikum wr wb



Lisa Utami
Pelayan Pengajian Akhowat KPII
Periode Juli 2005 - Juni 2006